Perencanaan pembangunan daerah tidak lagi dapat dilakukan dengan pendekatan konvensional yang hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi dan realisasi anggaran. Tantangan lingkungan, tuntutan keadilan sosial, serta kebutuhan akan tata kelola yang transparan menuntut pemerintah daerah untuk mengadopsi pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan. Di sinilah prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) memainkan peran strategis.
Penerapan ESG dalam perencanaan pembangunan daerah menjadi instrumen penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan program pembangunan tidak hanya efektif secara administratif, tetapi juga memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. Pendekatan ini sejalan dengan arah reformasi birokrasi dan pembangunan nasional yang berorientasi pada keberlanjutan.
Artikel ini membahas secara komprehensif strategi penerapan ESG dalam perencanaan pembangunan daerah, mulai dari konsep dasar, tahapan integrasi, hingga contoh implementasi yang dapat dijadikan referensi oleh pemerintah daerah.
Daftar Isi
ToggleKonsep ESG dalam Konteks Pembangunan Daerah
ESG merupakan kerangka kerja yang menilai kualitas kebijakan dan kinerja organisasi berdasarkan tiga dimensi utama, yaitu lingkungan, sosial, dan tata kelola. Dalam konteks pemerintah daerah, ESG berfungsi sebagai alat bantu untuk menyusun perencanaan pembangunan yang lebih berimbang antara kepentingan ekonomi, sosial, dan keberlanjutan lingkungan.
Aspek Lingkungan dalam Perencanaan Daerah
Dimensi lingkungan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dalam setiap kebijakan pembangunan. Pemerintah daerah memiliki kewenangan strategis dalam pengelolaan tata ruang, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.
Contoh integrasi aspek lingkungan dalam perencanaan daerah meliputi:
-
Pengendalian alih fungsi lahan
-
Pengelolaan sampah dan limbah berbasis ekonomi sirkular
-
Pengembangan energi terbarukan di tingkat daerah
-
Pembangunan infrastruktur ramah lingkungan
Tanpa pendekatan lingkungan yang kuat, pembangunan daerah berisiko menimbulkan kerusakan ekologis yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.
Aspek Sosial dalam Pembangunan Daerah
Aspek sosial dalam ESG berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, keadilan, dan inklusivitas. Perencanaan pembangunan daerah harus mampu menjawab kebutuhan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan.
Ruang lingkup aspek sosial meliputi:
-
Akses pelayanan publik yang adil dan merata
-
Pengurangan kesenjangan sosial dan ekonomi
-
Pemberdayaan masyarakat lokal
-
Perlindungan tenaga kerja dan keselamatan kerja
Integrasi aspek sosial memastikan bahwa pembangunan tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi memberikan manfaat yang luas dan berkeadilan.
Aspek Tata Kelola dalam Pemerintahan Daerah
Dimensi tata kelola merupakan fondasi utama dalam penerapan ESG. Tata kelola yang baik mencerminkan transparansi, akuntabilitas, partisipasi publik, serta kepatuhan terhadap regulasi.
Dalam perencanaan pembangunan daerah, tata kelola diwujudkan melalui:
-
Proses perencanaan yang partisipatif
-
Sistem pengendalian dan pengawasan internal
-
Pelaporan kinerja yang transparan
-
Pencegahan konflik kepentingan dan korupsi
Urgensi Penerapan ESG dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
Penerapan ESG dalam perencanaan pembangunan daerah bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan strategis untuk menjawab tantangan pembangunan modern.
Beberapa alasan utama urgensi ESG antara lain:
-
Meningkatnya risiko lingkungan dan bencana alam
-
Tuntutan masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas
-
Kebutuhan pembangunan berkelanjutan jangka panjang
-
Penyesuaian terhadap kebijakan nasional dan global
Pendekatan ESG membantu pemerintah daerah menyusun perencanaan yang adaptif, responsif, dan berorientasi masa depan.
Integrasi ESG dalam Dokumen Perencanaan Daerah
Agar ESG dapat diterapkan secara efektif, prinsip-prinsipnya harus diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Integrasi ESG dalam RPJMD
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah merupakan dokumen strategis yang menentukan arah pembangunan lima tahunan. Integrasi ESG dalam RPJMD dilakukan dengan:
-
Memasukkan isu lingkungan dan sosial sebagai prioritas pembangunan
-
Menetapkan indikator kinerja berbasis ESG
-
Mengaitkan program prioritas dengan dampak keberlanjutan
Integrasi ESG dalam RKPD
Rencana Kerja Pemerintah Daerah sebagai dokumen tahunan perlu menerjemahkan prinsip ESG ke dalam program dan kegiatan yang lebih operasional, termasuk alokasi anggaran dan target kinerja.
Integrasi ESG dalam Penganggaran Daerah
Penganggaran berbasis ESG mendorong pemerintah daerah untuk:
-
Memprioritaskan program berkelanjutan
-
Mengukur efektivitas belanja berdasarkan dampak sosial dan lingkungan
-
Meningkatkan transparansi penggunaan anggaran
Strategi Praktis Penerapan ESG dalam Perencanaan Daerah
Agar ESG tidak berhenti pada tataran dokumen, diperlukan strategi implementasi yang konkret dan terukur.
Penguatan Komitmen Pimpinan Daerah
Keberhasilan penerapan ESG sangat bergantung pada komitmen kepala daerah dan pimpinan OPD. Kepemimpinan yang visioner mampu mendorong perubahan budaya kerja menuju keberlanjutan.
Peningkatan Kapasitas ASN
ASN sebagai pelaksana kebijakan perlu dibekali pemahaman dan keterampilan terkait ESG melalui pelatihan dan bimbingan teknis. Salah satu referensi penguatan kapasitas tersebut dapat dilihat pada program Bimtek Integrasi Prinsip ESG dalam Tata Kelola Pemerintahan 2026 yang dirancang untuk mendukung transformasi tata kelola pemerintahan.
Penggunaan Data dan Indikator ESG
Perencanaan berbasis ESG memerlukan data yang akurat dan indikator kinerja yang relevan, baik untuk aspek lingkungan, sosial, maupun tata kelola.
Pelibatan Pemangku Kepentingan
Partisipasi masyarakat, dunia usaha, dan akademisi penting untuk memastikan perencanaan pembangunan daerah mencerminkan kebutuhan dan aspirasi publik.
Contoh Kasus Penerapan ESG di Pemerintah Daerah
Salah satu contoh penerapan ESG dapat dilihat pada pemerintah daerah yang mengintegrasikan aspek lingkungan dan sosial dalam program penataan kawasan perkotaan. Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan ruang terbuka hijau, relokasi warga secara humanis, serta transparansi dalam pengelolaan anggaran.
Pendekatan ini terbukti meningkatkan kualitas lingkungan, mengurangi konflik sosial, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Tabel Ringkasan Strategi Penerapan ESG
| Aspek ESG | Fokus Strategi | Contoh Implementasi |
|---|---|---|
| Lingkungan | Pembangunan ramah lingkungan | Program pengelolaan sampah |
| Sosial | Inklusivitas & kesejahteraan | Pelayanan publik terpadu |
| Tata Kelola | Transparansi & akuntabilitas | Sistem pelaporan kinerja |
Keterkaitan ESG dengan Kebijakan Nasional
Penerapan ESG di daerah sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional dan perencanaan yang dikoordinasikan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. Informasi kebijakan dan panduan perencanaan dapat diakses melalui situs resmi Kementerian PPN/Bappenas
https://www.bappenas.go.id
Selain itu, kebijakan pengelolaan keuangan dan tata kelola daerah juga merujuk pada regulasi yang diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri
https://www.kemendagri.go.id
Tantangan dan Solusi Implementasi ESG di Daerah
Beberapa tantangan umum dalam penerapan ESG meliputi keterbatasan sumber daya, resistensi perubahan, dan belum optimalnya sistem pengukuran kinerja. Solusi yang dapat dilakukan antara lain:
-
Penyusunan roadmap ESG daerah
-
Penguatan koordinasi antar OPD
-
Pemanfaatan teknologi informasi
-
Pendampingan melalui bimtek dan konsultasi teknis
FAQ
Apa itu ESG dalam perencanaan pembangunan daerah?
ESG adalah pendekatan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan daerah.
Mengapa ESG penting diterapkan di pemerintah daerah?
Karena membantu memastikan pembangunan berkelanjutan, berkeadilan, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Apakah ESG wajib diterapkan dalam dokumen perencanaan daerah?
Secara normatif belum wajib, namun sangat dianjurkan karena sejalan dengan kebijakan nasional dan prinsip good governance.
Bagaimana peran ASN dalam penerapan ESG?
ASN berperan sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas kebijakan pembangunan berbasis ESG.
Meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah, memperkuat kebijakan berkelanjutan, membangun tata kelola yang transparan dan akuntabel, serta mempercepat transformasi pemerintahan melalui penguatan kompetensi aparatur dalam Bimtek Integrasi Prinsip ESG dalam Tata Kelola Pemerintahan 2026.

