Bimtek Penerapan Teknologi Pertanian Presisi dalam Mendukung Ketahanan Pangan
1. Latar Belakang
Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan peningkatan kebutuhan pangan, pertanian presisi (precision agriculture) hadir sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi pemborosan sumber daya, serta memperkuat ketahanan pangan. Pertanian presisi memanfaatkan teknologi digital, sensor, GPS, drone, dan data analytics untuk mengelola lahan dan tanaman secara spesifik, presisi, dan real-time.
Namun, masih banyak daerah yang belum mengadopsi teknologi ini secara optimal akibat kurangnya pengetahuan teknis dan keterbatasan kapasitas SDM pertanian. Melalui bimbingan teknis ini, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dapat memahami konsep, manfaat, serta langkah strategis dalam menerapkan teknologi pertanian presisi sebagai bagian dari transformasi pertanian berkelanjutan.
2. Tujuan Bimtek Penerapan Teknologi Pertanian Presisi dalam Mendukung Ketahanan Pangan
-
Meningkatkan pemahaman peserta tentang konsep pertanian presisi dan aplikasinya.
-
Memberikan wawasan teknologi terkini untuk mendukung efisiensi produksi pangan.
-
Membangun keterampilan awal dalam penggunaan alat dan sistem pendukung pertanian presisi.
-
Mendorong percepatan transformasi digital sektor pertanian daerah.
3. Hasil yang Diharapkan
-
Peserta memahami prinsip dan teknologi pendukung pertanian presisi.
-
Peserta mampu mengidentifikasi potensi penerapan pertanian presisi di wilayah masing-masing.
-
Terbentuknya rencana aksi awal implementasi pertanian presisi berbasis lokalitas.
-
Meningkatnya sinergi antara pemerintah, petani, penyuluh, dan pihak swasta dalam inovasi pertanian.
4. Materi Bimtek Penerapan Teknologi Pertanian Presisi dalam Mendukung Ketahanan Pangan
-
Konsep dan Prinsip Dasar Pertanian Presisi
-
Teknologi Penunjang: Sensor, IoT, Drone, GPS, dan Citra Satelit
-
Manajemen Data dan Aplikasi Digital dalam Pertanian
-
Penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Pemetaan Lahan
-
Simulasi dan Studi Kasus Penerapan Teknologi Presisi di Indonesia
-
Strategi Implementasi Pertanian Presisi di Tingkat Daerah
-
Kolaborasi dan Skema Pembiayaan Teknologi Pertanian
Bimtek Penerapan Teknologi Pertanian Presisi dalam Mendukung Ketahanan Pangan
5. Metode Pelatihan
-
Pemaparan narasumber (lecture & tanya jawab)
-
Studi kasus lapangan / simulasi perangkat
-
Diskusi kelompok dan brainstorming
-
Praktik pengenalan alat dan aplikasi sederhana
-
Evaluasi pre-test dan post-test
6. Peserta Kegiatan
-
Dinas Pertanian Kabupaten/Kota/Provinsi
-
Dinas Ketahanan Pangan
-
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL)
-
Petani Milenial / Gapoktan / Kelembagaan Tani
-
Bappeda dan instansi pendukung transformasi digital
7. Waktu dan Tempat
Waktu: [Contoh: 3 hari pelatihan]
Tempat: [Hotel / Balai Diklat / Platform Online]
8. Narasumber
-
Akademisi dan praktisi teknologi pertanian presisi
-
Kementerian Pertanian / BRIN / Litbang Pertanian
-
Perusahaan penyedia teknologi agrikultur
-
Praktisi smart farming dan startup agritech
9. Penutup
Bimtek ini menjadi bagian dari transformasi pertanian menuju masa depan yang berkelanjutan, efisien, dan tangguh terhadap krisis pangan. Dengan penguasaan teknologi presisi, diharapkan petani dan pemerintah daerah dapat meningkatkan produktivitas secara cerdas, berbasis data, dan berorientasi pada ketahanan pangan jangka panjang.
Cek Juga Materi Bimtek Lainnya Disini
Dengan Ini Kami Pusat Studi Konsultasi Nasional Mengundangan Bapak/Ibu Untuk Hadir dalam Bimbingan Teknis Dengan Tema ‘‘Bimtek Penerapan Teknologi Pertanian Presisi dalam Mendukung Ketahanan Pangan”
Untuk Informasi Lebih Lanjut Hubungi Kontak di Bawah :
- ☎ (021) 345 4426
- 📱0812-6660-0643
- ✉ info@pusatstudi.com

