Mengikuti tender merupakan peluang besar bagi pelaku usaha, terutama UMKM, untuk mengembangkan bisnis melalui proyek pemerintah maupun swasta. Namun, tidak sedikit perusahaan yang gagal bukan karena produknya tidak berkualitas, melainkan karena melakukan kesalahan fatal saat proses tender.
Kesalahan-kesalahan ini sering kali bersifat teknis, administratif, maupun strategis. Jika tidak diantisipasi sejak awal, peluang menang akan hilang meskipun usaha Anda sudah memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni.
Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai kesalahan fatal yang harus dihindari saat mengikuti tender, lengkap dengan solusi, contoh kasus nyata, tabel perbandingan, serta panduan praktis agar pelaku usaha lebih siap.
Sebagai referensi utama strategi yang lebih menyeluruh, Anda juga dapat membaca artikel Training Strategi Menangkan Tender bagi Pelaku Usaha & UMKM
Mengapa Banyak Usaha Gagal dalam Tender?
Berdasarkan laporan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), lebih dari 40% kegagalan peserta tender berasal dari aspek administrasi dan dokumen yang tidak sesuai persyaratan. Banyak pelaku usaha fokus pada harga penawaran, tetapi mengabaikan detail kecil yang justru sangat krusial.
Tender bukan sekadar soal angka, tetapi tentang kepatuhan prosedur, kualitas dokumen, dan strategi kompetitif.
Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari
1. Tidak Membaca Dokumen Tender dengan Teliti
Banyak peserta hanya melihat nilai proyek tanpa mempelajari detail persyaratan. Akibatnya, dokumen yang diajukan tidak sesuai KAK (Kerangka Acuan Kerja).
Solusi:
-
Bacalah dokumen tender minimal dua kali.
-
Tandai poin penting seperti syarat kualifikasi, batas waktu, dan dokumen wajib.
2. Dokumen Administrasi Tidak Lengkap
Kesalahan ini paling sering terjadi pada UMKM. Misalnya, NIB atau SIUP sudah kedaluwarsa, laporan pajak tidak tersedia, atau akta perusahaan tidak disertakan.
Solusi:
-
Siapkan checklist dokumen standar sebelum mengikuti tender.
-
Perbarui semua dokumen legalitas usaha secara berkala.
3. Penawaran Harga Tidak Realistis
Banyak usaha gugur karena menawar terlalu rendah hingga dianggap tidak masuk akal, atau terlalu tinggi sehingga kalah bersaing.
Solusi:
-
Hitung biaya produksi/operasional secara detail.
-
Gunakan pendekatan value engineering agar harga tetap kompetitif tanpa merugikan usaha.
4. Terlambat Mengunggah Dokumen
Dalam sistem LPSE, batas waktu pengunggahan sangat ketat. Seringkali peserta gagal hanya karena terlambat beberapa menit.
Solusi:
-
Upload dokumen jauh sebelum batas waktu.
-
Gunakan jaringan internet stabil untuk menghindari gangguan teknis.
5. Tidak Menonjolkan Keunggulan Kompetitif
Peserta sering hanya fokus memenuhi syarat, tanpa menampilkan nilai tambah yang membedakan dari pesaing.
Solusi:
-
Tampilkan portofolio proyek sukses sebelumnya.
-
Jelaskan efisiensi, inovasi, atau keunggulan unik produk/jasa.
6. Kurang Memahami Regulasi Tender
Beberapa peserta tidak mengikuti pembaruan regulasi pengadaan barang/jasa, sehingga dokumennya tidak sesuai ketentuan terbaru.
Solusi:
-
Pantau informasi resmi di situs LKPP sebagai sumber aturan terbaru.
-
Ikuti pelatihan regulasi tender secara berkala.
7. Tidak Menyusun Tim Khusus Tender
Banyak usaha hanya menunjuk satu orang untuk mengurus tender, sehingga beban kerja berlebihan dan berisiko terjadi kesalahan.
Solusi:
-
Bentuk tim kecil berisi personel administrasi, teknis, dan keuangan.
-
Adakan rapat rutin setiap kali akan mengikuti tender.
Tabel: Perbandingan Antara Peserta yang Melakukan Kesalahan vs Peserta Siap
| Aspek | Peserta dengan Kesalahan | Peserta Siap Tender |
|---|---|---|
| Membaca Dokumen | Hanya melihat nominal | Membaca detail & syarat |
| Dokumen Administrasi | Tidak lengkap | Lengkap & valid |
| Penawaran Harga | Terlalu rendah/tinggi | Rasional & kompetitif |
| Pengunggahan Dokumen | Terlambat | Tepat waktu |
| Keunggulan Kompetitif | Tidak ditonjolkan | Ditampilkan jelas |
| Pemahaman Regulasi | Terbatas | Selalu update aturan |
Strategi Menghindari Kesalahan Fatal
Agar terhindar dari kesalahan di atas, pelaku usaha dapat menerapkan strategi berikut:
-
Membuat SOP Tender Internal.
Setiap kali akan mengikuti tender, ada alur kerja yang jelas dan terdokumentasi. -
Mengikuti Pelatihan Tender.
Pelatihan seperti Training Strategi Menangkan Tender bagi Pelaku Usaha & UMKM membantu memahami praktik terbaik. -
Membuat Bank Dokumen.
Simpan semua dokumen standar usaha dalam satu folder yang selalu diperbarui. -
Menggunakan Software Tender.
Ada aplikasi khusus yang membantu mengelola dokumen dan memantau proses tender. -
Melakukan Simulasi Tender.
Latih tim dengan simulasi agar terbiasa menghadapi proses nyata.
Contoh Kasus Nyata
Kasus 1: UMKM Makanan di Jawa Barat
Sebuah UMKM katering gagal dalam 3 tender penyediaan konsumsi rapat instansi. Setelah dianalisis, masalah utama adalah NPWP perusahaan belum diperbarui dan penawaran harga terlalu rendah sehingga dianggap tidak rasional.
Setelah mengikuti pelatihan tender, mereka berhasil memenangkan kontrak Rp 500 juta dengan strategi harga yang lebih realistis.
Kasus 2: Kontraktor Kecil di Sulawesi
Sebuah kontraktor lokal gagal karena dokumen teknis tidak lengkap. Setelah membentuk tim khusus tender dan membuat SOP, mereka sukses memenangkan tender renovasi kantor pemerintahan senilai Rp 1,8 miliar.
FAQ
1. Apa kesalahan paling sering dilakukan UMKM dalam tender?
Kesalahan paling umum adalah dokumen administrasi tidak lengkap atau tidak sesuai format yang diminta.
2. Apakah penawaran harga rendah selalu menguntungkan?
Tidak. Harga yang terlalu rendah justru bisa digugurkan karena dianggap tidak realistis.
3. Bagaimana cara memastikan dokumen tender selalu sesuai aturan?
Selalu update regulasi di situs resmi LKPP dan siapkan bank dokumen usaha yang valid.
4. Apakah UMKM perlu mengikuti pelatihan tender?
Sangat disarankan, karena pelatihan memberikan pemahaman teknis, strategi harga, hingga praktik simulasi tender.
Penutup
Kesalahan fatal dalam tender bisa dihindari dengan persiapan matang, pemahaman regulasi, dan strategi tepat. Jangan sampai usaha Anda gagal hanya karena hal sepele seperti dokumen tidak lengkap atau keterlambatan upload.
Dengan menghindari kesalahan ini dan menerapkan strategi yang tepat, peluang menang tender akan semakin besar.
Segera lengkapi dokumen usaha Anda, ikuti pelatihan strategi tender, dan jadilah pemenang dalam setiap kompetisi proyek.

