Pelatihan Pekarangan dan Urban Farming untuk Kemandirian Pangan
1. Latar Belakang
Ketahanan pangan tidak hanya ditopang oleh skala besar seperti pertanian komersial, tetapi juga bisa dimulai dari rumah tangga. Pemanfaatan lahan pekarangan dan praktik urban farming telah terbukti menjadi strategi efektif dalam memperkuat kemandirian pangan masyarakat, terutama di tengah keterbatasan lahan dan tantangan urbanisasi.
Pekarangan rumah yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat diubah menjadi sumber pangan, gizi, dan bahkan penghasilan tambahan. Sementara itu, urban farming memperkenalkan teknik pertanian modern seperti hidroponik, vertikultur, dan akuaponik yang cocok untuk lingkungan perkotaan.
Untuk itu, perlu diselenggarakan pelatihan yang bertujuan membekali masyarakat dan perangkat daerah dengan pengetahuan serta keterampilan teknis dalam mengelola lahan pekarangan dan mempraktikkan pertanian perkotaan secara produktif dan berkelanjutan.
2. Tujuan Pelatihan Pekarangan dan Urban Farming untuk Kemandirian Pangan
-
Meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pemanfaatan lahan pekarangan dan pertanian perkotaan (urban farming).
-
Memberikan keterampilan teknis dalam menanam dan memelihara tanaman pangan skala rumah tangga.
-
Mendorong gerakan masyarakat untuk mandiri dalam penyediaan pangan sehat dan bergizi.
-
Membangun model pekarangan produktif dan urban farming sebagai contoh di wilayah masing-masing.
3. Hasil yang Diharapkan
-
Peserta memahami konsep dan manfaat urban farming serta pekarangan produktif.
-
Tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kemandirian pangan rumah tangga.
-
Terwujudnya model pekarangan produktif yang dapat direplikasi di berbagai wilayah.
-
Terjalinnya kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, dan lembaga pendukung ketahanan pangan.
4. Materi Pelatihan Pekarangan dan Urban Farming untuk Kemandirian Pangan
-
Kebijakan P2L (Pekarangan Pangan Lestari) dan Urban Farming
-
Jenis Tanaman Pangan dan Sayuran untuk Pekarangan
-
Penerapan Teknik Hidroponik, Vertikultur, dan Akuaponik
-
Pengelolaan Kompos dan Pupuk Organik dari Rumah Tangga
-
Strategi Pengembangan Pekarangan Produktif Berbasis Komunitas
-
Praktik Langsung Penanaman dan Pembuatan Instalasi Urban Farming
-
Edukasi Gizi dan Konsumsi Pangan Sehat dari Pekarangan Sendiri
5. Metode Pelatihan
-
Ceramah dan tanya jawab interaktif
-
Praktik langsung (hands-on training)
-
Simulasi desain pekarangan produktif
-
Studi kasus dan diskusi kelompok
-
Evaluasi melalui pre-test dan post-test
6. Peserta Kegiatan
-
Dinas Ketahanan Pangan / Pertanian / Lingkungan Hidup
-
PKK, Posyandu, KWT (Kelompok Wanita Tani)
-
Kader gizi, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat
-
Masyarakat umum yang tergabung dalam komunitas pangan atau urban farming
-
Aparatur desa/kelurahan yang menjalankan program kemandirian pangan
Pelatihan Pekarangan dan Urban Farming untuk Kemandirian Pangan
7. Waktu dan Tempat
Waktu: [Contoh: 3 hari, tanggal X – Y]
Tempat: [Hotel, balai pelatihan, aula desa, atau secara daring]
8. Narasumber
-
Praktisi urban farming dan pertanian kota
-
Kementerian Pertanian / Badan Pangan Nasional
-
Akademisi pertanian perkotaan dan gizi masyarakat
-
LSM/NGO bidang pertanian keluarga dan komunitas
9. Penutup
Pelatihan ini menjadi bagian dari gerakan nyata menuju ketahanan dan kemandirian pangan berbasis rumah tangga dan komunitas. Dengan pemanfaatan pekarangan dan teknologi pertanian sederhana di wilayah urban, masyarakat dapat mandiri menyediakan pangan sehat, mengurangi ketergantungan pasar, serta turut menyumbang pada ketahanan pangan nasional dari lingkup terkecil: keluarga.
Cek Juga Materi Bimtek Lainnya Disini
Dengan Ini Kami Pusat Studi Konsultasi Nasional Mengundangan Bapak/Ibu Untuk Hadir dalam Bimbingan Teknis Dengan Tema ‘‘Pelatihan Pekarangan dan Urban Farming untuk Kemandirian Pangan”
Untuk Informasi Lebih Lanjut Hubungi Kontak di Bawah :
- ☎ (021) 345 4426
- 📱0812-6660-0643
- ✉ info@pusatstudi.com

